Langsung ke konten utama
Warashe di ramu khusus untuk penderita Diabetus Militus, yang berfungsi Membantu mengendalikan Gula darah Membantu mengobati komplikasi akibat penyakit kencing manis seperti badan lemas,lesu , kurang bergairah, kesemutan baal, gatal pada kuli. Warashe merupakan minuman organik yang terbuat dari  Licorice , Ginseng Korea serta rempah-rempah pilihan berkualitas yang banyak mengandung: Quercetin, Flavonoid , Glikosida,Asam Amino Esensial, vitamin A B C D E K, Mineral Makro, Mineral, Antioksidan hebat dan lebih dari 36 Fitonutrien yang mendukung kesehatan serta kebutuhan nutrisi anda sehari-hari. Warashe terasa nikmat di konsumsi karena menggunakan pemanis alami yang aman untuk diabetes. Kandungan Nutrisi pada Warashe sangat bagus untuk meregenerasi sel-sel tubuh yang rusak, meningkatkan imunitas dan membersihkan aliran darah yang tersumbat yang diakibatkan oleh plak-plak kolesterol, gula yang berlebihan di dalam darah, dan plak asam urat. Kandungan antioksidan pada Warashe juga

Peta Jalan Eliminasi

Untuk mencapai Eliminasi TBC di Indonesia pada 2030, tahap-tahap yang ditempuh adalah :
Tahap 1  (2016) : dilakukan (1) Peluncuran Strategi TOSS-TBC, penemuan Intensif, Aktif, Masif, serta (2) Kemitraan dan mobilisasi sosial dengan langkah-Langkah :
  • Penguatan PPM (Public Private Mix – Kemitraan jajaran Pemerintah dan Swasta) dan penerapan penemuan aktif
  • Pemanfaatan TCM (Tes Cepat Molekuler) dan mikroskopis
  • Desentralisasi kegiatan kepada Kabupaten/kota
  • Penguatan regulasi dan kepemimpinan program
  • Menerapkan exit strategy ketergantungan dari donor.
  • Penerapan kegiatan penurunan risiko penularan
  • Penerapan shortterm regiment (pengobatan jangka pendek) untuk MDR-TB  
  • Akselerasi pengobatan kasus TBC mencapai 70% dan angka keberhasilan pengobatan diatas 85%.
Tahapan ke-2 (2020): Target yang akan dicapai pada tahun 2020 yaitu 30% penurunan insiden TBC serta 40% penurunan kematian TBC dibandingkan tahun 2014 dengan langkah-langkah:
  • Mempertahankan cakupan pengobatan tetap diatas 70% dan angka kesuksesan pengobatan diatas 85%.
  • Optimalisasi desentralisasi kegiatan TBC kepada Kabupaten/kota.
  • Mencegah pembiayaan katastropik TBC
  • Penguatan pengendalian faktor risiko : profilaksis dan pengobatan TBC laten
  • Maksimalisasi pemanfaatan diagnosis TCM dan mikroskopis
  • Desentralisasi kegiatan kepada Kabupaten/kota
  • Penerapan short term regiment (pengobatan jangka pendek) untuk TBC sensitif 
Tahapan ke-3 (2025) : Target yang akan dicapai pada tahun 2025 adalah 50% penurunan insiden TBC serta 70% penurunan kematian TBC dibandingkan tahun 2014 dengan langkah-langkah:
  • Mempertahankan cakupan pengobatan tetap diatas 80% dan angka kesuksesan pengobatan diatas 95%.
  • Menerapkan cakupan semesta untuk TBC
  • Mengendalikan pembiayaan katastropik TBC
  • Akselerasi pengobatan profilaksis dan pengobatan TBC laten
  • Inovasi diagnosis TBC
  • Penguatan surveilans TBC
  • Penerapan short term regiment (pengobatan jangka pendek) untuk laten TBC
  • Penerapan vaksin TBC
Tahapan ke-4 (2030) : Target yang akan dicapai pada tahun 2030 adalah 90% penurunan insiden TBC dan 95% penurunan kematian TBC dibandingkan tahun 2014.